Monday, January 19, 2015

Kilasan Cinta

Cinta – sebentuk kata yang tetap saja mengguncangkan dunia, sedari masa Adam-Hawa, Yusuf-Zulaika, Samson-Delilah, Romeo-Juliet, hingga sampai masanya Cinta dan Rangga. Cerita cinta memang penuh romantika hingga tak lekang diperjalanan masa. Ia mendorong penakut menjadi pemberani, orang kikir menjadi dermawan, mencuci pikiran orang yang dengki, memfasihkan lidah orang yang gagap, membangkitkan keinginan orang yang lemah, merendahkan kehormatan para raja, menampakkan kehebatan para pemberani, gejolak menjadi tenang, akhlak dan kepribadian menjadi tertata, ada kegembiraan yang menari-nari didalam jiwa dan kesenangan yang bersemayam di dalam hati.
Ya, cinta … apapun kisahnya, tetap segar dihadapan mata.


Menghindari Cinta ?
Abu Naufal pernah ditanya, “Apakah seseorang bisa menghindar dari cinta ?”. Dia menjawab, “Bisa, yaitu orang yang hatinya keras dan bodoh, yang tidak memiliki keutaman dan pemahaman, Sekalipun seseorang hanya memiliki sedikit kepandaian, kehalusan penduduk Hijaz dan kepintaran penduduj Iraq, tidak mungkin bisa menghindar dari Cinta ‘.
Cinta, suatu rasa yang tak pernah mungkin didusta, ia akan selalu mengiringi perjalanan setiap manusia. Ia hadir disetiap hembusan nafas, melantunkan nada-nada indah yang senantiasa dinantikan. Bisa saja seseorang mengatakan pada seluruh dunia bahwa ia tak pernah jatuh cinta, namun hatinya tak kan pernah sepi dari rasa rindu, kecemasan ingin berjumpa, ketakutan ditinggalkan, maupun kebahagiaan yang menyeruak tatkala sinyal-sinyal cinta mulai berdenyut didalam dada. Cinta adalah gejolak yang bisa ditampilkan pada segenap dunia ataupun dikubur-dipendam dijurang sukma terdalam, namun ia akan selalu ada - tak kan pernah tiada..


Perjalanan Cinta.
Cintalah yang pertama kali menegarkan hati
Ia datang bersama takdir berjalan beriringan
Jika pemuda berenang di samudera cinta tak bertepi
Datang banyak masalah yang tak tertanggungkan
Siapa yang sanggup memikul cinta dihati
Bencana datang bersama rahasia-rahasianya.

Permulaan cinta indah menawan dihati
Akhirnya kematian laksana permainan
Ia bermula dari pandangan dan canda
Menjalar dihati laksana bara api
Seperti api yang bermula dari percikan
Jika membesar ia akan membakar semua kayu.

Begitulah syair-syair para pecinta ketika menggambarkan cintanya. Suatu kata yang begitu bebas merdeka namun kini semakin terpasung didalam keangkuhan nafsu manusia. Cinta yang mulanya begitu indah, kini hanya digambarkan dengan kisah asmara dua sejoli yang penuh hasrat menggebu menutup pintu-pintu kasih-sayang.
Dengan cinta, semestinya kedamaian yang tercipta, namun manakala syahwat yang berkuasa, hanya derita yang akan tersisa. Kebebasan dalam menikmati cinta akan terpenjara oleh komitmen penuh dusta, berjanji setia selamanya, makan nggak makan asal berdua, dunia milik kita (yang lain numpang-red), sehidup semati, kaulah segalanya, berkorban apapun aku rela. Akhirnya saat pembuktian tiba tatkala tamu bulanan tak kunjung tiba, cemas yang melanda, mual-mual dan menginginkan hal-hal yang tak biasa (ngidam-red), semua bencana berkunjung serta-merta dikarenakan nafsu yang telah membutakan cinta. Mulailah waktunya ikrar dipertanyakan, tanggung jawab dicari, meletusnya bukit-bukit kehinaan.
Cinta, bagaimanapun indahnya, tatkala ia diselimuti dengan nasfu yang merajalela, hanya akan mengantarkan derita.


Kemanakah Cinta Kau Persembahkan ?
Apakah cinta sucimu hanya akan kau persembahkan kepada dunia. Apapun bentuknya, kekasih yang begitu jelita, keluarga yang penuh kehangatan, teman tempat berbagi cerita, harta yang berlimpah, jabatan yang tertinggi, tak ada yang berhak mendapatkan cinta sebelum kau persembahkan ia pada yang haq, Sang Pencipta, penebar cinta diseluruh semesta.
Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saaudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaah yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumag tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan rasul-Nya dan (dari) berjihad dijalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasiq. (Q.S. at Taubah 24).
Sadarilah bahwa cinta sejati hanyalah milik Allah semata. Disebabkan oleh cinta-Nyal kita hadir didunia, mendapatkan kesempatan istimewa untuk menjadi khalifah-Nya. Oleh karena itu, tak ada alasan bagi kita untuk menduakan cinta-Nya. Ia yang telah menjadikan kita dengan segala kesempurnaan, menjaga kelangsungan hidup kita dengan tak putusnya mencurahkan rahmat dan nikmat yang tiada terkira. Tanpa cinta-Nya tak kan ada belaian kasih seorang ibu pada anaknya, tak kan ada perjuangan seorang ayah untuk buah hatinya, tak kan ada hangatnya sinar sang surya yang meyelimuti dunia, dan tak kan pernah kita jumpai keindahan dan pesona alam semesta yang begitu sempurna. Maha besar Ia dengan segala cinta-Nya.
Marilah kembali menatap segala laku kita, apakah cinta kita telah berada pada tempat yang semestinya. Apakah dalam jiwa kita tersimpan rindu yang membara menanti perjumpaan dengan-Nya, Apakah hati kita memendam harap, gelisah, cemas, dan takut tatkala bercermin diri, melihat segala amalan yang telah dilakukan selama ini. Mengharapkan diterimanya segala ibadah, dan cemas serta takut apabila amal ini tidak diterima oleh-Nya. Apakah cinta kita pada-Nya begitu tulus, sehingga kita akan senantiasa mencintai apa yang Ia cintai dan akan membenci apa yang Ia benci. Apakah kita telah berbakti pada orangtua, karena Allah mencintai seorang anak yang berbakti pada orangtuanya. Apakah kita rela berkorban menegakkan kalimat-Nya di muka bumi, menyerukan yang ma’ruf dan mencegah segala yang munkar, karena Allah mencintai hamba-Nya yang berjuang dijalan-Nya. Bulatkan tekad, tetapkan niat, wujudkan dalam sikap, Allah cinta kami tertinggi.
Islam tidak melarang sesuatu yang berguna bagi manusia, tetapi mengaturnya. Cinta kasih dalam Islam mempunyai bagian-bagian yang berhubungan dengan Sang Pencipta, makhluk-Nya, pribadi-pribadi dan masyarakat. Apabila cinta kasih keluar dari aturan, yang didapatnya bukan cinta kasih tetapi derita. Tidakkah kita melihat bahwa Sang Pencipta memberikan sesuatu yang dapat membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi umat manusia.


‘Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang beriman sangat cinta kepada Allah”. (Q.S. Al Baqarah: 165)


Sesungguhnya tak pernah sang kekasih mencari tanpa dicari oleh kekasihnya
Apabila kilat cinta t’lah menyambar hati ini
Ketahuilah bahwa ada cinta dalam hati yang lain
Apabila cinta Allah bertambah besar di dalam hatimu
Pastilah Allah menaruh cinta atasmu


Tak ada bunyi tepuk tangan hanya dengan satu tangan
Kebijaksanaan Ilahi adalah takdir dan ketetapan yang membuat kita cinta satu dengan yang lain
Sampai akhir hingga dunia akan terpelihara oleh kesatuan kita (Potongan Puisi Jalaludin Rumi) .

MENGHINDARI PENGKHIANATAN YANG BERULANG. Farid Wadjdi (Anggota DPP Hizbut Tahrir Indonesia)

Rosullullah saw pernah menasehati sahabatnya dengan mengatakan bahwa orang yang beriman tidak akan digigit dua kali pada lubang yang sama. Peringatan dan nasehat Rosulullah saw ini, pantas kita renungi pada saat ini dalam situasi politik dukung mendukung capres yang semakin panas. Terbentuknya koalisi kebangsaan, yang sering diklaim sebagai bersatunya unsur Islam, nasionalisme maupun nashrani , pantas kita cermati. Demikian juga seakan berulang kita saksikan, ulama atau tokoh Islam , yang datang ke pusat-pusat kekuasaan, kemudian mengeluarkan pernyataan mendukung calon A atau B. Dengan mudah pula kita saksikan, bagaimana elit-elit kelompok atau partai Islam sering kali berubah pendapat dalam masalah hukum syara’ yang jelas-jelas qot’I(tegas). Tadinya halal kemudian haram, sebaliknya tadinya haram , sekarang menjadi halal.

Memang , dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, suara rakyat muslim tentu tidak bisa diabaikan begitu saja. Dukungan dan penolakan rakyat muslim yang mayoritas ini, jelas akan berpengaruh terhadap perubahan seperti apa yang diinginkan . Dan cara yang paling sederhana untuk meraih dukungan kaum muslim , ya lewat ulama-ulama mereka. Inilah yang sangat disadari oleh kekuatan-kekuatan politik yang berebut kekuasaan. Tidak mengherankan dalam sejarah pergulatan politik di Indonesia rakyat muslim dan para ulama mereka , sering dijadikan sebagai pendukung atau pemicu perubahan. Tidak ada yang membantah, ulama-ulama Islam dan kaum musliminlah yang berada digaris depan pengusiran penjajah kafir portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Darah para syuhada ini telah membasahi bumi persada atas dasar kewajiban jihad mengusir penjajah kafir. Bisa kita saksikan  pengorbanan rakyat Aceh yang dikenal sebagai muslim yang taat , saat menyumbangkan harta dan jiwa mereka saat melawan penjajah. Sejarah kepahlawan kita pun penuh dengan kisah-kisah yang penuh gagah berani dari para pemuka dan ulama Islam seperti Tuanku Imam Bonjol di Sumatera Barat, Teuku Umar di Aceh, Pangeran Diponogoro di Mataram, Pangeran Hasanuddin di Sulawaesi. Termasuk politisi Islam terkemuka seperti Haji Agus Salim, Muhammad Natsir, Hamka, telah nyata sumbangsihnya bagi kemerdekaan Indonesia. Sejarah juga telah mencatat bagaimana umat Islam berada di garis yang paling depan saat melakukan perlawanan terhadap gerakan komunisme. Tokoh Islam, organisasi Islam, ulama-ulama dan ustadz-ustadz adalah korban yang paling banyak dari kebuasan gerakan komunisme. Umat Islam pula lah yang tidak kenal lelah, berjuang . Semua berjuang sebagai bentuk perlawanan terhadap atheisme yang kufur dan keinginan untuk menjaga aqidah umat dari penyesatan ide-ide komunisme. Demikian pula halnya  dalam gerakan reformasi ,tokoh-tokoh umat Islam tidak bisa diabaikan begitu saja.

Namun, apa yang menimpa umat Islam, saat kemenangan telah diraih. Umat Islam pula yang menjadi korban utama dari para politisi yang berebut kekuasaan tersebut. Para politisi nasionalis-sekuler , secara licik telah memanfaatkan umat ini untuk kepentingan politik sekulerisme mereka. Dan ironisnya sedikit umat Islam sadar , bahwa politisi sekuler berpolitik dengan arahan kepentingan asing,yakni negara-negara imperiliasme.

Atas nama nasionalisme, Sukarno-Hatta meminggirkan kekuatan Islam yang mengancam kepentingan mereka. Banyak tokoh-tokoh Islam yang dipenjara dan disempitkan kehidupannya. Masyumi yang dikenal sebagai organisasi Islam yang kuat saat itu  , kemudian dibubarkan oleh Sukarno, karena dianggap mengancam kepentingannya. Hal yang sama terjadi pada masa orde Baru, kekuatan-kekuatan politik Islam yang tidak mau tunduk kepada Suharto, disingkirkan atas nama stabilisasi. Menjaga ideologi Pancasila, menjadi alasan untuk menangkap, memenjarakan, menyiksa, sampai membunuh politisi Islam yang menolak kemungkaran yang dilakukan oleh rezim orde baru. Tidak jauh beda setelah reformasi. Perang melawan terorismepun yang dikomandoi oleh Amerika Serikat menjadi alasan untuk menyudutkan kaum muslim. Semua pihak berlomba-lomba untuk menunjukkan kesungguhannya memerangi terorisme,  yang sering kali didorong oleh  keinginan untuk  mengambil hati negara Imperialis yang menjadi sponsor.

Inilah yang harus direnungi bersama oleh kaum muslim, politisi Islam, parpol Islam, secara keseluruhan. Tindakan saling dukung mendukung capres pada saat ini, seharusnya tidak lagi mengulangi kesalahan yang berulang-ulang . Umat Islam seringkali  menjadi pendorong mobil mogok. Setelah kekuasaan diraih oleh para politisi sekuler, umat Islampun ditinggalkan, bahkan dipinggirkan. Untuk itu penting bagi kita merenungi kenapa sering kali posisi umat Islam, gerakan Islam, parpol Islam , dipinggirkan. Paling tidak ada beberapa point penting yang menjadi penyebabnya:

Pertama, sistem politik tempat umat Islam bermain adalah sistem sekuler. Sistem politik sekuler pastilah akan menguntungkan kepentingan kelompok sekuler. Karena itu jangan kita berharap banyak mendapat keuntungan dan kemenangan , selama permainan didasarkan atas sistem sekulerisme. Saat kita menyerukan syariah Islam, untuk diterapkan oleh negara, dengan gampang pihak sekuler menolak. Kalimat yang sering muncul : kita bukan negara agama, bung; kita ini bangsa yang plural bung. Sangat menyakitkan , bagaimana hanya kata-kata iman dan takwa dalam RUU Sisdiknas kemarin dipersoalkan oleh kelompok sekuler, dengan alasan agama jangan dibawa-bawa ke ruang publik. Apalagi kalau kita menyerukan pendidikan yang didasarkan ideologi Islam. Mengambalikan piagam Jakarta saja mendapat penolakan yang luar biasa. Padahal disitu hanya sebatas berisi menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya, bukan menjalankan syariat Islam secara kaffah ( yang mengatur islam maupun non Islam). Jadi keberadaan sistem sekuler inilah yang justru menjadi penyebab kenapa umat Islam hanya menjadi pendorong. Tidak berperan banyak. Sebab , sistem sekuler akan menguntungkan orang-orang sekuler saja.

Kedua, gerakan Islam, politisi Islam, tokoh Islam yang berpikir pendek (pragmatis). Salah satu problem besar umat Islam  saat ini adalah sering melupakan pentingnya strategi jangka panjang, tujuan jangka panjang. Hal ini yang membuat umat Islam sering terjebak pada sikap pragmatisme, sebatas meraih kepentingan jangka pendek yang sangat minimalis. Hanya untuk meraih kekuasaan : posisi anggota parlemen, menteri, gubernur, Bupati, tidak sedikit membuat kita terjebak pada politik dukung mendukung. Atau sebatas meraih keuntungan materi, meskipun alasannya untuk membangun sekolah, pesantren dan sebagainya, tidak sedikit kita tanpa pikir panjang mendukung kekuatan politik yang ada. Tentunya, sangat menyedihkan, kalau memang ada ulama yang sengaja menjual ayat dan umatnya untuk kepentingan materi. Sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi.

Saatnyalah kita bersikap tegas dalam garis perjuangan kita. Bahwa perjuangan haruslah kita arahkah pada perubahan yang mendasar. Yakni merubah sistem sekuler yang merugikan ini menjadi sistem Islam. Untuk itu bagaimana melanjutkan kehidupan Islam dengan penerapan hukum syara’ lewat Daulah Khilafah Islam , sekali lagi, penting menjadi acuan bersama dalam perjuangan ini.

Perjuangan juga harus tetap menjadikan syariah Islam sebagai dasar patokan kita berbuat ditengah hiruk pikuk situasi politik saat ini . Alasan kemashlahatan , yang sering dicari-cari sebagai pembenaran langkah keliru kita harus ditinggakan. Kemashlahatan bukanlah didasarkan kepada kepentingan politik jangka pendek. Dengan menegakkan syariah Islam-lah kemashlahatan akan kita raih. Untuk itu perjuangan Rosulullah yang selalu bermuara pada pembentukan  kesadaran umat akan Islam dan meraih dukungan umat akan Islam haruslah menjadi patokan. Sikap istiqomah (konsisten), tidak bisa dibeli oleh harta bahkan nyawa sekalipun harus menjadi sikap kita bersama. Kata-kata Rosul saat menolak  kekuasaan,harta, dan wanita, yang kalau dia menerima itu akan membuat dia menyimpang dari Islam pantas kita renungkan : “Demi Allah, seandainya mereka sanggup meletakkan matahari di sebelah kananku dan bulan di sebelah kiriku agar aku mau meninggalkan urusan (dakwah) ini, aku tidak akan meninggalkannya, sampai Allah memenangkah dakwah ini dan aku hancur karenanya “.(Siroh Ibn Hisyam)  Dengan cara inilah kita bisa menghindari pengkhianatan yang berulang. 


Jembatan Maaf

Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka jatuh ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah pertama kalinya mereka bertengkar sedemikian hebat. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan, saling meminjamkan peralatan pertanian, dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan.
Namun kerja sama yang akrab itu kini retak. Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.
Suatu pagi, seseorang mengetuk rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu. "Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan," kata pria itu dengan ramah. "Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan."
"Oh ya!" jawab sang kakak. "Saya punya sebuah pekerjaan untukmu. Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana. Itu adalah rumah tetanggaku, ..ah sebetulnya ia adalah adikku. Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan buldozer lalu mengalirkan airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya." Kata tukang kayu, "Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang."
Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu. Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian.
Sepanjang hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya.
Betapa terbelalaknya ia begitu melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya. Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang pertanian adiknya. Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi. Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar.
"Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku." kata sang adik pada kakaknya.
Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi. "Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu," pinta sang kakak.

"Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini," kata tukang kayu, "tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan."

Diakah Jodoh Anda ?

Pakar relationship sekaligus penulis buku 21 Ways to Attract Your Soul Mate, Arian Sarris memberikan rahasianya:

Pertanda 1
Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu, entah itu pekerjaan sepele atau besar.Paling penting adalah Anda berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain. Nah, apakah Anda sudah merasakan hal tersebut? Jika ya, selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda!


Pertanda 2
Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat ? Jika tidak, (maaf) kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.


Pertanda 3
Adanya kontak bathin membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta perasaanya satu sama lainnya pada situasi tertentu. Selamat! Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan...


Pertanda 4
Bersamanya bisa membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tak membuat Anda merasa bosan.. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa saling terikat.


Pertanda 5
Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun. Dan dia selalu bisa memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang, ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah? Dia selalu paham saat PMS Anda datang menyerang? Dia tau keadaan waktu anda sakit.........Jika ya, tak salah lagi. Dialah orangnya...


Pertanda 6
Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga Anda, dia tak peduli dengan masa lalu Anda saat bersama kekasih terdahulu. Dia juga tak malu-malu menceritakan masa lalunya.. Nah, kalau begitu ini bisa berarti dia sudah siap menerima Anda apa adanya..


Pertanda 7
Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan Anda tak malu-malu memperlihatkannya pada si dia. Bahkan pada saat Anda tampil 'buruk' di depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.


Pertanda 8
Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di tangan sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah Anda temukan !

Apakah kedelapan pertanda di atas telah Anda temukan padanya?

Marahlah secara benar ....

Apa pula ini? Masak marah aja ada aturannya. Emang sih kamu berhak meluapkan amarah, tapi dalam banyak situasi ada batasan-batasannya.

Misalnya, kurang menguntungkan bila kamu marah-marah di depan kelas. Bahkan meskipun kamu merasa benar dan dapat menunjukkan semua bukti dan argumen yang mendukung. Soalnya, orang lain akan cenderung berisikap defensif dan parahnya bisa berkembang pada keinginan balas dendam. Demikian dituturkan Dr. Sandra Thomas, R.N, Ph.D seorang peneliti perihal amarah dan direktur Center for Nursing Research di University of Tennese, Knoxville.

Asal tahu aja, tidak hanya etika sosial budaya menyebabkan kita kudu membatasi rasa marah tapi masalah kesehatan juga ikut berperan. "Ketika marah, tubuh kita mengalami berbagai perubahan fisiologis, karena amarah memicu reaksi melawan atau lari," kata Christopher Peterson, PhD, pengarang Health anda Optimism dan dosen psikologi di University of Michigan, Ann Harbor.

"Kadar adrenalin meningkat, jantung berdegup lebih kencang, napas memburu dan dangkal, pencernaan berhenti," imbuhnya. So, sering marah-marah bisa mengingkatkan reriko pernyakit jantung, tekanan darah tinggi dan penyakit-penyakit mematikan.

Malah dalam penelitian terakhir para dokter di Universitas of North Carolina, mereka menemukan orang yang temperamental (pemarah) memiliki tiga kali resiko terkena penyakit jantung yang akut dan fatal. Hasil ini didapat sewaktu mereka meneliti sebanyak 13 ribu orang di North Carolina selama enam tahun.

"Semua emosi mempunyai pengaruh tertentu kepada cara berpikir kita. Tapi emosi-emosi yang kuat dapat memperlambat kemampuan penalaran, kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan kita," kata Dr. Mara Julius, Sc.D, ahli ilmu epidemi psikososial di Univesity og Michigan School of Public Health yang telah lebih dari 20 tahun mempelajari cara mengatasi marah yang berpengaruh pada kesehatan laki-laki dan perempuan.

"Ketika kamu merasa marah atau terbelenggu oleh dendam, semua itu menjadi beban. Pada sebagian orang , ini memperlambat proses berpikir dan pada sebagian yang lain bakal menghentikan proses berpikir sama sekali," sambungnya.

Cara Marah yang Benar
Bila perasaan marah kamu ditangani secara benar, menurut Dr. Julius, kamu bakal terhindar dari masalah-masalah hubungan sosial dan kesehatan. So, di bawah ini adalah cara marah yang bener.

1. Cari tempat aman.
Carilah tempat "aman" untuk meluapkan marah kamu. Caranya, sebelum kamu ngomong ama orang yang bikin kamu jengkel, bicarakan dulu ama orang yang kamu percaya. Pilih teman dekat, pacar, atau seseorang yang kamu percayai untuk mengungkapkan perasaan marah Anda. Soalnya, kalau kamu nekat nglabrak malah bisa nambah masalah. Dan ujung-ujungnya kamu tambah mangkel, jengkel dll.

2. Dekati orang yang bikin kamu marah
Setelah rasa marah kamu reda, bicaralah pada orang yang menjadi "sumber masalah". Ini penting untuk membuat jernih semua permasalahan. Awali pembicaraan, misalnya dengan, " Tindakan atau perkataan kamu, mengganggu perasaanku. Ada yang kudu diluruskan dan dibicarakan. Apa kita bisa membicarakan ini dengan baik?"

3. Kenali hal-hal yang jadi penyebab kemarahan kamu.
Temukan akar masalah untuk menemukan faktor pemicunya. Pasti ada hal-hal tertentu yang biasanya mendasari reaksi marah kamu. Bila tidak berhasil, mulailah mencatat ketika reaksi-reaksi marah itu timbul dan menulis pengalaman-pengalaman amarah kamu. Cara ini bakal memberikan kamu kesempatan untuk mempelajari segala sesuatunya dan bereaksi lebih rasional. Akhirnya, kamu bakal merasa mampu mengendalikan diri dengan menghentikan konfrontasi langsung.

4. Temukan cara melepaskan diri.
Kalau kamu mudah naik darah, ada anjuran agar menggunakan energi yang meluap-luap itu secara positif. Misalnya menggunakan energi itu untuk kegiatan fisik. Seperti jogging atau olah raga lainnya. Soalnya olahraga menyalurkan adrenalin lebih positif ketimbang membiarakannya larut sendiri. Dan kamu pun dapat menjernihkan pikiran untuk sementara.

5. Atur Nafas
Ketika diselimuti kemarahan, cobalah mengulur waktu untuk menenangkan diri. Kamu bisa pergi sejenak dari situasi tersebut. Carilah tempat sepi dan lakukan semacam meditasi dengan menarik nafas dalam-dalam. Setelah pikiran tenang, baru kamu kemukanan apa yang ingin kamu katakan. (dari berbagai sumber)


---------
percikan-iman.com 

Kekuatan Cinta

Oleh Aam Amirudin

Andai di dunia ini tidak ada cinta, maka hidup akan serasa gersang, hampa dan tidak ada dinamika. Cinta bisa membuat sesuatu yang berat menjadi ringan, yang sulit menjadi sederhana, permusuhan menjadi perdamaian dan yang jauh menjadi dekat. Itulah gambaran kekuatan cinta.
Cinta, ditilik dari sudut manapun selalu menarik untuk dibahas. Sejarah mencatat, sejumlah seniman, teolog sampai filosop membicarakan cinta dari berbagai perspektifnya baik dalam bentuk roman, puisi, syair bahkan sampai dalam bentuk tulisan ilmiah yang bernuansa teologis, fenomenologis, psikologis ataupun sosiologis.
Filosop sekaliber Plato bahkan pernah mengatakan “Siapa yang tidak terharu oleh cinta, berarti berjalan dalam gelap gulita”. Pernyataan ini menggambarkan betapa besar perhatian Plato pada masalah cinta, sampai-sampai dia menyebut orang yang tidak tertarik untuk membicarakannya sebagai orang yang berjalan dalam kegelapan.
Peranan cinta dalam kehidupan tidak diragukan lagi pentingnya. Cinta diyakini sebagai dasar dari perdamaian, keharmonisan, ketentraman, kebahagiaan bahkan kebangkitan peradaban. Namun apa sesungguhnya cinta itu ?
Diakui, problem yang dihadapi saat membicarakan cinta biasanya adalah persoalan definisi. Belum pernah ditemui suatu rumusan tentang cinta yang singkat, padat dan mewakili pemahaman akan hakikat cinta secara tepat.
Jalauddin Rumi pernah mengatakan bahwa cinta itu misteri, tidak ada kata-kata yang bisa mewakili kedalamannya.
Cinta tak dapat termuat dalam pembicaraan atau pendengaran kita,
Cinta adalah sebuah samudera yang kedalamannya tak terukur …
Cinta tak dapat ditemukan dalam belajar dan ilmu pengetahuan,
buku-buku dan lembaran-lembaran halaman.
Apapun yang orang bicarakan itu, bukanlah jalan para pecinta.
Apapun yang engkau katakan atau dengar adalah kulitnya;
Intisari cinta adalah misteri yang tak dapat kau buka !
Cukuplah ! Berapa banyak lagi kau akan lengketkan kata-kata di lidahmu ?
Cinta memiliki banyak penyataan melampaui pembicaraan. . .
Oleh sebab itu, disini kita tidak akan mendefinisikan cinta karena khawatir mereduksi kedalamannya. Biarlah cinta berbicara dalam perbuatan kita. Disini, kita akan mencoba mencermati unsur-unsur yang selalu ada dalam cinta.
Erich fromm, murid kesayangannya Sigmund Freud menyebutkan empat unsur yang harus ada dalam cinta, yaitu :
  1. Care (perhatian). Cinta harus melahirkan perhatian pada objek yang dicintai. Kalau kita mencintai diri sendiri, maka kita akan memperhatikan kesehatan dan kebersihan diri. Kalau kita mencintai orang lain, maka kita akan memperhatikan kesulitan yang dihadapi orang tersebut dan akan berusaha meringankan bebannya. Kalau kita mencintai Allah Swt., maka kita akan memperhatikan apa saja yang Allah ridhai dan yang dimurkai-Nya.
  2. Responsibility (tanggung jawab). Cinta harus melahirkan sikap bertanggungjawab terhadap objek yang dicintai. Orang tua yang mencintai anaknya, akan bertanggung jawab akan kesejahteraan material, spiritual dan masa depan anaknya. Suami yang mencintai isterinya, akan bertanggung jawab akan kesejahteraan dan kebahagiaan rumah tangganya. Karyawan yang mencintai perusahaannya, akan bertanggung jawab akan kemajuan perusahaannya. Orang yang mencintai Tuhannya, akan bertanggung jawab untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Itulah Responsibility.
  3. Respect (hormat). Cinta harus melahirkan sikap menerima apa adanya objek yang dicintai, kelebihannya kita syukuri, kekurangannya kita terima dan perbaiki. Tidak bersikap sewenang-wenang dan selalu berikhtiar agar tidak mengecewakannya. Inilah yang disebut respect.
  4. Knowledge (pengetahuan). Cinta harus melahirkan minat untuk memahami seluk beluk objek yang dicintai. Kalau kita mencintai seorang wanita atau pria untuk dijadikan isteri atau suami, maka kita harus berusaha memahami kepribadian, latar belakang keluarga, minat, dan ketaatan beragamanya. Kalau kita mencintai Tuhan, maka harus berusaha memahami ajaran-ajaran-Nya.
Kalau empat unsur ini ada dalam kehidupan kita, Insya Allah hidup ini akan bermakna. Apapun yang kita lakukan, kalau berbasiskan cinta pasti akan terasa ringan. Karena itu nabi Saw pernah bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang kalau dia belum mencintai orang lain sebagaimana dia mencintai dirinya sensiri”. “ Cintai oleh mu mahluk yang ada di muka bumi, pasti Allah akan mencintaimu”. (HR. Muslim)

Supremasi kebahagiaan tertinggi, kalau kita mampu mencintai orang lain dengan tulus tanpa pamrih, mencintai diri sendiri secara proporsional, mencintai Allah Swt dengan penuh loyalitas dan selalu merasa dincintai-Nya. Inginkah hidup kita bermakna ? Let Love be Your Energy ! Selamat bercinta ! 

Menghargai Cinta-Nya

Assalamu'alaikum warahmatuLlah

Di bawah ini ada surat cinta buat kita semua.
Semoga kita bisa lebih menghargai cintaNya ..

" Hamba-Ku menyombongkan diri terhadap-Ku
padahal Akulah yang melindungi mereka di tempat tidur mereka
Antara-Ku dan jin serta manusia terjadi berita besar :
bahwa Aku yang telah menciptakan mereka
namun yang disembah adalah selainKu
Aku yang memberi rizki, namun selain-Ku yang disyukuri
Kebaikan-Ku senantiasa turun kepada hamba-Ku,
tapi kejahatan mereka yang naik kepada-Ku

Aku mencintai mereka dengan memberi ni'mat2 Ku
sedangkan Aku tiada membutuhkan mereka
mereka memancing kemurkaan-Ku dengan berbagai kemaksiata
padahal mereka adalah yang paling butuh kepada-Ku

Siapa-siapa yang datang kepada-Ku,
akan Kujemput ia dari kejauhan
Siapa-siapa yang berpaling dari-Ku,
maka Aku akan memanggilnya dari kejauhan
Siapa-siapa yang meninggalkan sesuatu demi Aku,
Aku berikan padanya, lebih dari cukup
Siapa-siapa yang menginginkan keridhaan-Ku,
Aku pun akan menginginkan apa-apa yang dingininya
Siapa-siapa yang bertindak dengan mengandalkan kekuatan-Ku,
maka akan Kulunakkan besi baginya

Orang yang mengerjakan maksiat,
tidak akan Kubuat mereka berputus asa dari rahmat-Ku
Jika mereka bertaubat kepada-Ku,
maka Aku akan menjadi kekasih mereka, sebab Aku mencintai
orang yang bertaubat dan mensucikan diri
Jika mereka tidak bertaubat kepadaku,
maka Aku akan menjadi tabib bagi mereka, Aku berikan cobaan
untuk membersihkan mereka dari berbagai aib
Dan siapa-siapa yang lebih mementingkanKu dari selain-Ku,
maka Aku akan lebih mementingkannya dari orang lain

Satu kebaikan di sisi-Ku adalah
senilai sepuluh kali lipat yang sepertinya,
hingga tujuh ratus kali lipat,
hingga kelipatan yang sangat banyak
Sedangkan kejahatan di sisi-Ku, adalah bernilai satu
Maka jika ia telah menyesal dan memohon ampun,
Aku pun mengampuninya
Aku mensyukuri amal kebaikan yang sedikit,
dan mengampuni banyak kesalahan-kesalahan

Kasih sayang-Ku mendahului murka-Ku
Sifat penyantun-Ku mendahului keputusan-Ku menjatuhkan sanksi
Pemberian maaf-Ku lebih mendahului siksa-KU

Aku lebih pengasih kepada hamba-hamba-Ku,
daripada kasih sayang ibu kepada anaknya... "

(hadist qudsi dari buku "Menggapai Manisnya Iman-Butir ma'rifatuLlah
Ibnul Qayyim Al-jauziyah" oleh Syaikh Shaleh Syadi - tidak disebutkan
perawinya )

d'SwEEt piNk